Arang Charcoal

Dalam komposisi ekspor Indonesia, pangsa ekspor produk manufaktur mengalami penurunan tajam dari tahun ke tahun. Sementara itu, pangsa ekspor komoditas primer relatif stabil terbantu oleh harga komoditas yang tinggi. Penciptaan branding suatu negara karena perdagangan ekspor juga menghasilkan surplus perdagangan internasional atau sering kita kenal penciptaan devisa negara. Indonesia dikenal dunia dengan brand Bali-nya, sebagai negara tujuan wisata menarik untuk dikunjungi para wisatawan dari berbagai mancanegara. [newline]Selain Bali, Indonesia juga dikenal sebagai negara kopi, teh, karet, dan berbagai komoditi lainnya. Zaman dulu Indonesia telah lama dikenal sebagai negara rempah-rempah karena memperdagangkan rempah-rempah ke berbagai negara terutama Eropa.

Salah satu produk minyak kelapa yang bernilai tinggi di pasar ekspor adalah VCO yang beberapa tahun belakangan ini permintaan pasarnya meningkat pesat. VCO bukanlah produk komoditas seperti minyak kelapa konvensional karena dijual dengan harga premium yang jauh lebih tinggi, meskipun tetap mengikuti perkembangan harga minyak kelapa konvensional. Di berbagai supermarket negara-negara Amerika Serikat dan Eropa, VCO dipasarkan dengan tag “cold-pressed” dan termasuk produk premium yang populer.

Ekspor arang

Sedangkan tempurung kelapa yang seringkali dibuang dan merupakan limbah, dapat dimanfaatkan menjadi komoditas yang bernilai tinggi. PCC yang berlokasi di Sumenep – Madura mengolah tempurung kelapa menjadi komoditas ekspor yang diterima di Eropa. Setelah produk pertanian porang dan bus, kini giliran briket arang asal Jateng yang ternyata diminati pasar internasional.

Komoditas tersebut yakni mutiara alam atau mutiara budidaya yang naik 88,39%, kertas dan kertas karton naik 53,13%, barang dari kulit samak naik forty eight,22%, dan perabotan serta keperluan tidur naik 22,79%. Kelima komoditas tersebut yakni komoditas kertas dan kertas karton yang turun paling drastis sebesar 45,69% menjadi US$ 258,05 juta dari US$ 475,12 juta. Kemudian, penurunan tertinggi kedua dialami oleh produk kayu dan barang dari kayu serta arang kayu sebesar 29,27% menjadi US$330,62 juta dari US$467,forty six juta. Pada proses penggilingan padi, sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan.

Asep melanjutkan, pada 6 April 2020, dilakukan stuffing container ekspor ke Belgia dengan quantity 18 ton. Pada 7 April 2020 juga, dilakukan stuffing untuk pasar ekspor Irak dan sejumlah negara di Eropa dengan volume 45 ton. Hal itu karena selama ini Indonesia lebih banyak mengekspor kelapa mentah atau produk setengah jadi, seperti kopra dengan proses nilai tambah dilakukan negara lain. Waktu kirim arang dan briket ke luar negeri pada Ekspedisi Luar Negeri dan Forwarder GPEX berbeda dengan barang umum atau barang basic cargo. Pengiriman Arang dan Briket ke Luar Negeri membutuhkan waktu yang lebih lama, karena harus melalui proses pengecekan dokumen seperti MSDS, SHAT, dll. Selain itu, untuk proses packing atau Stuffing juga harus dilakukan secara hati-hati.

Arang kelapa banyak dimanfaatkan, selain untuk bahan obat dan farmasi, juga digunakan sebagai bahan bakar shisha atau rokok Arab di kawasan Timur Tengah. Briket arang merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari hasil proses pembakaran bahan yang memiliki ukuran/ diameter kecil . Arang briket untuk barbeque ini dibentuk menjadi balok-balok kecil agar mendapatkan proses pembakaran yang merata. Briket arang merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari hasil proses pembakaran bahan yang memiliki ukuran/ diameter kecil Arang briket untuk shisha ini dibentuk menjadi kubus-kubus kecil agar mudah digunakan.

Lima komoditas ekspor terbesar menurut Bea Cukai Entikong yakni pertama kopra, disusul hasil laut, barang kebutuhan harian seperi sabun atau sampo, gula kelapa, dan arang kayu. Briket arang juga diekspor ke Negara Moldova sebanyak 16,6 ton dengan nilai total Rp 465 juta. Sesuai knowledge, di periode yang sama sejak bulan Januari hingga Agustus tahun 2020, ekspor produk dari turunan briket arang yang telah disertifikasi melalui Karantina Pertanian Bangkalan berjumlah 348 ton senilai Rp4,7 miliar tujuan ekspor Negara Rusia, Ukraina dan Moldova. “Sedang di tahun 2019, tertulis sejumlah 224 ton eksor briket arang bernilai whole Rp1,75 miliar pula sudah disertifikasi tujuan Negara ekspor Rusia dan Ukraina,” ungkap Kepala Karantina Pertanian Bangkalan bapak Agus Mugiyanto. Data Kementerian Perdagangan tahun 2019 menunjukkan nilai ekspor arang kayu Indonesia ke Kuwait sejak 2015 mencapai 2,8 juta dolar AS per tahun, dan termasuk 10 besar komoditas ekspor non migas unggulan nasional ke Kuwait.