Ekonomi Indonesia Pada Masa Pandemi Covid

Penurunan mobilitas yang terjadi menyebabkan kontraksi terhadap belanja masyarakat, terlihat dari indeks belanja yang melambat sejak Juni 2021. Perlambatan ini tidak sedalam seperti pada awal pandemi pada tahun 2020 dan diyakini hanya bersifat sementara. “Pemulihan ekonomi world yang terjadi sepanjang semester I-2021 juga mendorong perbaikan ekonomi domestik serta menopang ketahanan sektor eksternal Indonesia.

Peningkatan konsumsi rumah tangga tersebut sejalan dengan perbaikan mobilitas masyarakat, berlanjutnya stimulus termasuk relaksasi program PPnBM dan kebijakan makroprudensial, serta pola musiman Hari Besar Keagamaan Nasional. Kinerja investasi mulai tercatat positif sebesar 7,54% , terutama ditopang oleh perbaikan investasi nonbangunan. Sementara itu, konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi sebesar 8,06% , didorong oleh akselerasi realisasi stimulus fiskal dalam bentuk belanja barang dan belanja modal, khususnya terkait program PEN, serta belanja pegawai. Sejalan peningkatan ekspor dan permintaan domestik, impor juga tumbuh tinggi sebesar 31,22% . Perekonomian Indonesia masih akan terus bergeliat ditengah pesimisme perekonomian international dikarenakan masih relatif baiknya laju pertumbuhan ekonomi, inflasi yang relatif rendah, serta besarnya komitmen negara dalam pembangunan infrastruktur.

perekonomian Indonesia

Di tengah tantangan international tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 tetap berdaya tahan, ditopang oleh permintaan domestik serta stabilitas perekonomian dan sistem keuangan yang terjaga. Oleh karena itu, penulis berusaha menyajikan sebuah buku dalam bidang perekonomian beserta teori dan soal latihan dengan tujuan agar para mahasiswa dan mahasiswi termasuk masyarakat yang ingin mengetahui tentang perekonomian di Indonesia dapat memahaminya dengan mudah. Dari sisi permintaan, perbaikan ekonomi pada triwulan II 2021 terutama didorong oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi Pemerintah. Pada triwulan II 2021, ekspor tumbuh sangat tinggi sebesar 31,78% didukung oleh kenaikan permintaan negara mitra dagang utama. Konsumsi rumah tangga untuk pertama kalinya tercatat tumbuh positif sejak triwulan II 2020 sebesar 5,93% , jauh membaik dari kinerja triwulan I 2021 (-2,22%, yoy).

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan paparannya saat menjadi pembicara pada acara Outlook Perekonomian Indonesia 2019 di Jakarta, eight Januari 2019. Pada acara yang bertajuk “Meningkatkan Daya Saing Untuk Mendorong Ekspor”, Menperin mengatakan industri manufaktur beperan penting dalam upaya menggenjot nilai investasi dan ekspor sehingga menjadi sektor andalan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. “Program PEN diutamakan untuk memulihkan dan melindungi masyarakat dari COVID-19 serta menjaga perekonomian nasional, melalui dukungan kepada UMKM, dunia usaha dan masyarakat secara umum. Dalam hal ini, pemerintah memberikan prioritas kepada masyarakat miskin dan rentan yang perlu mendapatkan bantuan dalam program jaring pengaman sosial,” papar Menteri Kominfo. Pertumbuhan menurut pengeluaran terdiri atas pertumbuhan konsumsi sebesar minus 2,23%, investasi minus 0,23%, belanja pemerintah 2,96%, ekspor 6,74%, dan impor 5,27%.

Selain itu, penguatan foundation pelaku usaha Mikro dan Kecil juga akan dilakukan guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Airlangga berharap seluruh perbankan bisa terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Kementerian/Lembaga dalam mendukung penyelamatan UMKM dan sektor informal. “Koordinasi dan sinergi yang baik akan meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM dan sektor informal sehingga dapat menjaga keberlangsungan usahanya dan menggerakkan roda perekonomian lebih cepat lagi,” pungkas Airlangga.

Triwulan II merupakan puncak dari semua kelesuan ekonomi karena hampir seluruh sektor usaha ditutup untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. PSBB sebagai langkah penanganan pandemi Covid-19 yang diterapkan pada sejumlah daerah di Indonesia merupakan faktor yang menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi pada pada triwulan II 2020. Kebijakan PSBB untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 menyebabkan terbatasnya mobilitas dan aktivitas masyarakat yang berdampak pada penurunan permintaan domestik. Penghasilan masyarakat yang menurun karena pandemi menyebabkan sebagian besar sektor usaha mengurangi aktivitasnya atau tutup complete Situs Slot Terpercaya. Badan Pusat Statistik dalam Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2020 menunjukkan, Covid-19 berimbas pada sektor ketenagakerjaan.