Kumpulan Berita Ekspor Ikan

Senada dengan Stefanus, Euis selaku supplier ikan hias yang berlokasi di Bogor – Jawa Barat mengatakan, hingga kini ikan jenis tetra permintaanya masih cenderung stabil jika dibandingkan jenis lainnya. Hal ini karena di dalam negeri jenis ikan hias air tawar ini relatif mudah untuk dibudidayakan, sehingga kontinuitasnya terjaga. Termasuk harga ikan ini produksi Indonesia bisa bersaing di luar negeri, tidak heran jika berbagai negara banyak yang meminta jenis ini. Tahun 2021, ekspor ikan masih sangat prospektif dimana Indonesia mulai menemukan ceruk tersendiri yang bisa diisi oleh berbagai produk perikanan Indonesia terutamma di pasar AS, Eropa, Jepang, Malaysia, Thailand, Hongkong, dan negara lain. Dikatakannya, BKIPM selalu siap mendukung dengan penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta penjaminan kesehatan ikan melalui sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point dan Cara karantina Ikan yang Baik . Selain itu, Rina memastikan jajarannya berkomitmen untuk percepatan dan peningkatan kualitas pelayanan, baik untuk penerbitan Health Certificate, HACCP dan CKIB. [newline]Menurut Koordinator SKPT Sebatik Iswadi Rachman kelengkapan dokumen ekspor tersebut menjadi langkah pemerintah untuk menghindari kegiatan ekspor ilegal.

Hal ini didasarkan pada geografis Indonesia sebagai negara maritim dengan potensi kekayaan laut yang luar biasa. Secara khusus, Shinta juga menyampaikan apresiasinya kepada PT Kelola Mina Samudra yang berhasil menembus pasar ekspor langsung dari pelabuhan domestik. Direktur PT Kelola Mina Samudra Sukendri mengatakan, pihaknya sudah merencanakan aksi ekspor langsung itu sejak setahun lalu. Namun, rupanya perlu persiapan cukup panjang, antara lain, untuk mendapatkan izin registrasi dari Marine Stewardship Council , lembaga internasional yang mengawasi penangkapan ikan demi menjaga kelestariannya.

Dua bulan berturut-turut setelah kasus Xinfadi, Cina telah memeriksa 500 ribu sampel produk, termasuk perikanan. Temuan terbaru, di enam sampel, ditemukan patogen virus Corona, salah satunya dari kemasan cumi-cumi asal Rusia. Otoritas setempat melakukan pemeriksaan COVID-19 terhadap pekerja perusahaan pengolahan makanan laut di pelabuhan Dalian, Provinsi Liaoning, Cina sebelah timur. Klaster Dalian yang muncul Juli lalu berasal dari seorang pria berusia 58 tahun yang bekerja di perusahaan pengolahan makanan laut. Penerbangan kargo ikan langsung ke Singapura, Jepang, dan Tiongkok juga ada dari Makassar, Manado, Surabaya, Bali, Jakarta, Medan, dan Batam. Untuk jalur laut, terutama ikan beku, ada dari pelabuhan besar mulai dari Medan, Batam, Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Bitung, dan Ambon.

Angka pelibatan dari komoditas ikan hias semakin luas ketika eksportir juga bermitra dengan para pembudidaya. Karenanya, dalam kesempatan ini dia mengajak para pelaku usaha untuk terus meningkatkan ekspor hasil perikanan berlabel halal dan memiliki nilai kualitas berupa sistem jaminan kesehatan ikan. Rina menuturkan Indonesia memang melakukan ekspor ikan tuna dalam kemasan kaleng ke sejumlah negara di Timur Tengah. Hanya saja, ekspor Indonesia ke Timur Tengah masih kalah jauh dibandingkan Thailand yang menguasai 71 persen pasar impor Timur Tengah untuk produk TTC . Nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah dalam periode yang sama rata-rata sekitar 2,64 persen dari total nilai impor komoditas perikanan dunia. Pada 2017 nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah mencapai US$3,05 miliar dan pada 2019 meningkat menjadi US$3,32 miliar atau sekitar 2,sixty seven persen dari whole nilai impor komoditas perikanan dunia.

Ekspor ikan

Terkait ekspor ikan ke negara tetangga itu, Bupati Natuna, Hamid Rizal, mengatakan, hal ini memang harus diperjuangkan, gunanya memperbaiki perekonomian masyarakat nelayan. Seluruh produksi perikanan dunia sekitar 75 persen ada di Asia Pasifik, dan 30 persen ada di Indonesia. Euis menambahkan, saat ini sulit memenuhi jumlah kebutuhan eksportir, pasalnya beberapa tahun kebelakang iklim di Indonesia cenderung berubah dan cukup ekstrem. Dampaknya para pelaku usaha ikan hias cenderung menemui kegagalan dalam proses budidaya, dan berakibat pada sulitnya mencari ikan di lapangan untuk dieskpor. Namun pada kenyataannya saat ini, Stefanus menjelaskan, dalam kondisi yang serba mudah pembudidaya ikan hias masih dihadapi sejumlah tantangan. Hal ini terjadi karena tidak adanya standar harga yang ditetapkan untuk komoditas tertentu.

Peningkatan nilai ekspor dan surplus neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan itu, lanjutnya, membantu pencapaian target ekspor produk kelautan dan perikanan tahun 2021 sebesar USD6,05 miliar. KKP sendiri telah menargetkan kenaikan quantity dan nilai ekspor tahun 2021 sekitar USD1 miliar dari tahun sebelumnya menjadi complete USD6,05 miliar. Kenaikan ekspor tersebut membuat surplus neraca perdagangan sektor kelautan dan perikanan mencapai USD1,fifty nine miliar atau naik 3,26% dibanding periode yang sama tahun lalu. Bahkan, pada April 2021, nilai ekspor produk kelautan dan perikanan menyentuh angka USD488,sixty one juta atau lebih tinggi 11,6 % dibanding April 2020.

Perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur dan Dinas Perikanan Pacitan selaku pemerintah daerah mendukung penuh program ini untuk nantinya diuji coba. Dukungan juga datang dari para asosiasi, yaitu Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia . Keduanya menyatakan dukungan terkait adanya prototipe reefer container karya anak bangsa ini. Dari ARPI sudah membentuk adanya tim khusus terkait isu seperti masalah kelangkaan container hingga tingginya harga. Kemudian, untuk AP5I juga sudah berkomunikasi dengan para pengusaha atau pedagang terkait adanya reefer container dalam negeri yang bisa digunakan tidak lama lagi.