Mengumpulkan Knowledge Untuk Inovasi Bisnis Kuliner

Kreatifitas dan inovasi sering menjadi jalan keluar suatu masalah atau paling tidak menjadi cahaya untuk menuntun para pelaku UMKM keluar dari kegelapan yang diakibatkan resesi ekonomi. Daya tahan dibutuhkan untuk memelihara semangat dan kemampuan berfikir positif ketika menghadapi masalah. Berkenaan dengan masalah tersebut perlu didiskusikan bagaimana menumbuhkan resiliensi dan inovasi di kalangan pelaku UMKM di Provinsi Kalimantan Tengah. Jakarta, Ditjen Aptika– Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia harus kreatif memunculkan berbagai inovasi agar dapat memanfaatkan peluang di tengah pandemi Covid-19. Pemerintah juga telah meluncurkan Program 500K Eksportir Baru bersamaan dengan dibukanya Sekolah Ekspor Usaha Kecil dan Menengah dan Ekonomi Kreatif.

Agar proses promosi usaha makanan yang Anda jalankan bisa efektif, diperlukan konsultasi dengan ahli digital advertising yang tepat. Dengan begitu segala rencana dan rancangan promosi yang telah dibuat bisa dijalankan dengan baik. Diakuinya, pandemi Covid-19 berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi, khususnya UMKM karena adanya pembatasan aktivitas sosial dalam bentuk PSBB dan PPKM.

Umkm dengan inovasi makanan

Diversifikasi produk dibutuhkan untuk mencoba peluang keuntungan, tidak terkecuali sektor makanan dan minuman. Melihat pola konsumsi masyarakat yang beralih ke transaksi on-line dan membatasi kegiatan di luar rumah. Menurut General Manager ibis Styles Surabaya Jemursari, Ricky Coen Arifin, berinovasi untuk membuat makanan beku dalam kemasan yang akrab dengan selera masayarakat, namun di sisi lain memiliki cita rasa yang khas dan memikat. Namun, bagi Anda yang belum mendaftar satu pun layanan pesan antar, berarti ini saat yang tepat untuk melakukannya. Sebab, Anda memiliki peluang yang besar untuk meningkatkan penjaulan restoran dan mengumpulkan lebih banyak pelanggan baru.

Hal itu juga memungkinkan jika pemerintah membantu membangun rumah produksi. Jadi bisa melihat ada UKM yang punya potensi luar biasa untuk dikembangkan. Mudah-mudahan ini bisa dikembangkan dengan bantuan pemerintah, bagaimana membentuk klaster lain untuk satu daerah tertentu, agar lebih mudah dideteksi,” sebut Koad. Apalagi tidak sekadar hadir, dorongan untuk penguatan produk khususnya kemasan, memberikan motivasi baginya dalam hal memperkuat industri makanan olahan tersebut.

Usaha UKM bisa semakin membesar dengan membuka peluang cabang atau franchise. Pengusaha bisa menggandeng investor dan para peminat yang ingin melakukan kolaborasi dan kerja sama. Selain itu, keuntungan yang akan diraih cukup menjanjikan, karena setiap hari orang membutuhkan makan, terutama bagi para pekerja yang tidak sempat masak, tentunya mereka akan memesan atau makan makanan di luar. Setiap hari, lanjut Della,memproduksi 300 cup Pudot, dan menghabiskan bahan baku susu serta gula asli 10 kilogram perhari, dengan di banderol seharga 5 ribu per cupnya sudah mendapatkan jajan sehat yang bebas dari pengawet. Sebelumnya,Dipta Pudot bergerak di bidang jasa catering dan snack box yang lebih dulu berdiri sejak tahun 2015, Hanya untuk produk puding sedot kata Della, baru dimulai pada bulan ramadhan 2018 ini dan di pasarkan melalui warung – warung. Della, pemilik Dipta Puding Sedot,mengatakan, Ia mengaku mulai berproduksi Pudot saat awal ramadhan tiba, ia sengaja memanfaatkan momen bulan puasa untuk membuat makanan Pudot sebagai makanan takjil saat berbuka puasa.

Harga tersebut sudah termasuk pelayanan dengan fasilitas ruangan ber-AC dengan inside keren kekinian yang instagramable. Harga yang tidak terbayangkan sebelumnya oleh pelaku usaha kuliner tradisional dan warung tenda di pinggir jalan. Tujuannya adalah agar produk Anda menjadi makanan ringan kekinian untuk menarik minat buyer. Tonjolkan terus keunikan tersebut dalam branding termasuk dalam content material artikel dan sosial media produk Anda. Yang dipikirkan oleh unit usaha adalah income, cost, produksi, harga input dan output serta profit. “Untuk meningkatkan omzet saat ini, kita perlu beralih ke penjualan secara on-line, bisa melalui media sosial .