Strategi Inovasi Bisnis Kuliner Agar Bisa Bertahan Saat Pandemi

LIPI menyelenggarakan webinar dengan tema “Inovasi dan Teknologi Solusi Kebangkitan UMKM di tengah Pandemi Covid-19” dengan peserta umum khususnya para pelaku UMKM. Webinar ini diharapkan dapat membantu para pelaku UMKM mendapatkan motivasi dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi serta mampu bangkit di tengah pandemi. Yan Rianto, Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi LIPI mengungkapkan bahwa perluasan kerja sama dengan berbagai pihak harus terus dilakukan untuk menjaga produktivitas UMKM.

Jika meminjam dari lembaga keuangan, maka biasakan untuk membuat laporan keuangan setelah usaha berjalan. Laporan keuangan tersebut mencantumkan pemasukan, pengeluaran, dan aset usaha yang dimiliki. Hal ini dilakukan agar lembaga keuangan tersebut mengetahui secara pasti perkembangan usaha Anda. Sisihkan separuh keuntungan untuk tambahan modal, menjadi 50, 60, 100, 500 dan bukan hal mustahil hingga ribuan bungkus atau pabrikan. Jika memilih usaha patungan, sebaiknya Anda membuat surat perjanjian yang mengatur pembagian wewenang dan hasil usaha guna menghindari masalah di kemudian hari. Selalu berpikir ke depan dan menyeluruh serta berpikiran positif harus ditanamkan dalam jiwa dan pikiran pebisnis.

Adanya inovasi dari produk-produk tersebut diharapkan mampu memberikan nilai jual lebih, sehingga dapat meningkatkan keuntungan yang diperoleh para pelaku usaha. Selama ini produk bolu kukus yang banyak dijual kurang variatif, sehingga diperlukan adanya inovasi agar berkembang. Pembuatan bolu kukus berkarakter yang diberi merek Rainbow Cake, tidak memerlukan penambahan biaya produksi yang besar, tetapi diperlukan kreatifitas kemampuan untuk menggambar di atas bolu. Dengan memberikan pelatihan pembuatan bolu kukus berkarakter diharapkan selain mengasah ketrampilan para pelaku usaha dalam berkreatif dengan seni menggambar di atas bolu, tetapi juga akan meningkatkan penghasilan. Pada pelatihan diberikan juga cara-cara pengemasan dan labeling produk agar lebih bersih dan menarik.

Banyaknya inovasi dalam membuat makanan ringan serta mudahnya mendapat informasi dari berbagai sumber terutama web menjadi faktor yang menyebabkan hal itu. Untuk Anda yang mau terjun ke bisnis makanan ringan, maka wajib mengetahui strategi pemasaran usaha makanan ringan agar bisa sukses. Dalam information, terdapat three jenis usaha yang mengalami dampak paling besar adalah kuliner (43,09%), jasa (26,02%), dan trend (13,01%).

Setelah mendapat bahan dari temannya, akhirnya Arya berhasil mendapatkan lisensi usahanya yang kemudian dia melakukan kerja sama dengan berbagai komunitas. “Layanan GoFood tetap beroperasi untuk melayani masyarakat sesuai peraturan yang berlaku,” ujar Shinto . Sebenarnya, kita tidak selalu harus bergantung pada investor untuk berkembang. Akan tetapi, jika Anda memang ingin mendapatkan investor, Anda harus percaya bahwa produk yang dimiliki dapat mencuri perhatian market. Saat ini, kata Bambang, dengan jumlah karyawan 11 orang pihaknya bisa memproduksi makanan kaleng dan sudah dipasarkan di stasiun, bandara serta relaxation space.

Umkm dengan inovasi makanan

Nah, tips-tips yang diambil dari pengalaman tersebut di atas mungkin bisa jadi masukan bagi Anda yang tertarik untuk membuka usaha makanan dan minuman. Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi usaha Anda ke banyak orang. Ini berhasil jika Anda bisa memuaskan konsumen dan nanti mereka pun bisa menjadi pelanggan setia. Banyak cara untuk menutupi kekurangan modal, misalnya melalui mencari rekanan yang bisa diajak kerja sama, meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat untuk pelaku UKM.

Trend kuliner saat ini adalah makanan yang berwarna hitam, selain black burger ada juga black yoghurt dan kali ini martabak item. Martabak item ini dikenal dengan Blackpool yang isinya berupa keju, coklat, kacang, cookies dan cream. Selain itu, kategori Makanan & Minuman juga mendapatkan antusiasme yang tinggi dari pengguna, khususnya terhadap produk UMKM yang menghadirkan ragam makanan instan tradisional.

Kemudian memasuki triwulan I tahun 2021, BI Provinsi Jawa Tengah memperkirakan kegiatan akan mengalami peningkatan. Optimisme itu tercermin dari perkiraan nilai Saldo Bersih Tertimbang perkembangan kegiatan usaha yang sebesar 19,72 persen. Selain kecenderungan kegiatan usaha yang membaik, optimisme responden turut didukung implementasi kebijakan pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah serta harapan terhadap hasil vaksinasi yang mulai dilakukan pada awal tahun 2021 ini. Oleh karena itu, bisnis UKM menjadi pilihan masyarakat untuk keluar dari situasi ekonomi berat. Berbisnis juga memungkinkan pelaku usaha memiliki penghasilan baru yang bisa disisihkan untuk membeli kebutuhan keluarga, termasuk rumah.

‘’Kami terus berinovasi untuk membuat produk-produk baru, terutama yang bisa dijual secara online. Misalnya, saat ini kami sedang membuat kremesan aneka rasa yang dikemas menarik untuk dijual secara on-line di market, selain bebek atau ayam ungkep vakum. Kreasi ini sebagai awareness untuk brand kami, sekaligus memberikan kegiatan bagi karyawan pada saat tidak terlalu banyak pesanan,’’ ungkapnya.

Sedangkan pemasaran dilakukan secara digital diawali dengan membangun situs web, dan bergabung dengan marketplace sejak 2018. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah langkah pemulihan yang perlu dilakukan pelaku UMKM agar usaha kembali normal. Senada dengan hal tersebut, Prof. Indra Cahya Uno selaku pendiri dari OK OCE mengatakan “Selama pandemi, kita sudah terbiasa dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada, contohnya protokol kesehatan. Tantangan-tantangan tersebut akan dapat kita hadapi jika kita saling membantu untuk mengubah tantangan menjadi peluang usaha yang baru”.